blog.karismaacademy.com – Dalam dunia UI/UX, portofolio jauh lebih penting daripada sekadar CV. Banyak recruiter dan studio desain menilai kandidat hampir sepenuhnya dari portofolio Figma yang ditampilkan. Dari situlah terlihat cara berpikir, workflow, hingga kesiapan seseorang bekerja di dunia profesional.
Masalahnya, masih banyak pemula yang mengira portofolio UI/UX cukup berisi tampilan layar yang “cantik”. Padahal, portofolio Figma yang layak dinilai harus menunjukkan proses desain, pemahaman user, dan struktur kerja yang rapi sesuai standar industri.
Mengapa Portofolio Figma Sangat Menentukan?
Figma menjadi tools utama UI/UX karena mendukung kolaborasi, sistem desain, dan workflow profesional. Melalui portofolio, studio ingin melihat:
- Cara desainer memecahkan masalah
- Konsistensi desain dan sistem visual
- Pemahaman UX, bukan hanya UI
- Kesiapan file untuk handoff ke developer
Portofolio Figma adalah bukti nyata kemampuan, bukan klaim di CV.
Baca Juga: Kesalahan Umum Pemula Saat Desain di Figma
Apa yang Dinilai dari Portofolio Figma Profesional?
1. Proses Berpikir dan Problem Solving
Studio tidak hanya melihat hasil akhir. Mereka ingin tahu:
- Masalah apa yang ingin diselesaikan
- Siapa target user-nya
- Kenapa desain dibuat seperti itu
Portofolio Figma yang baik menampilkan alur dari masalah hingga solusi, bukan sekadar mockup.
2. Struktur File dan Workflow
Cara kamu menyusun file di Figma sangat diperhatikan:
- Penggunaan frame yang jelas
- Layer dan section tertata rapi
- Penamaan komponen konsisten
Struktur file mencerminkan cara kerja profesional dan kesiapan kolaborasi tim.
3. Penggunaan Components dan Auto Layout
Desainer profesional wajib memahami sistem desain:
- Button dan elemen dibuat sebagai component
- Auto Layout digunakan untuk konsistensi spacing
- Variants untuk state (hover, active, disabled)
Portofolio Figma tanpa sistem desain biasanya dianggap masih level pemula.
4. Konsistensi Visual
Studio menilai konsistensi dari:
- Warna dan typography
- Spacing dan alignment
- Hierarki visual
Desain yang konsisten menunjukkan pemahaman UI, bukan sekadar estetika.
5. Pemahaman UX dan User Flow
Portofolio Figma yang kuat selalu menampilkan:
- User flow atau journey
- Alur navigasi yang logis
- Hierarki informasi yang jelas
UI yang cantik tapi UX membingungkan akan langsung terlihat oleh reviewer.
6. Studi Kasus Nyata atau Simulasi Proyek
Portofolio terbaik biasanya berisi:
- Redesign aplikasi nyata
- Studi kasus masalah sehari-hari
- Simulasi proyek berbasis brief
Ini menunjukkan kemampuan berpikir kritis dan relevansi dengan kebutuhan industri.
Kesalahan Umum Portofolio Figma Pemula
Beberapa kesalahan yang sering menurunkan nilai portofolio:
- Hanya menampilkan satu screen
- Tidak ada penjelasan proses
- File berantakan dan tidak terstruktur
- Desain tidak konsisten
- Terlalu fokus visual tanpa UX
Menghindari kesalahan ini akan langsung meningkatkan kualitas portofolio.
Baca Juga: Standar Desain UI di Figma untuk Proyek Nyata
Tips Membuat Portofolio Figma yang Layak Dinilai
Agar portofolio lebih profesional:
✔ Tampilkan proses, bukan hanya hasil
✔ Gunakan components dan auto layout
✔ Susun file rapi dan mudah dibaca
✔ Jelaskan user problem dan solusi
✔ Pilih 2–3 proyek terbaik, bukan banyak tapi dangkal
Pendekatan ini membuat portofolio terlihat matang dan siap kerja.
Portofolio Figma yang layak dinilai bukan soal desain paling keren, tetapi soal cara berpikir, workflow, dan pemahaman UX/UI secara utuh. Dengan struktur file yang rapi, sistem desain yang konsisten, dan studi kasus yang relevan, portofolio akan jauh lebih menarik di mata recruiter dan studio.
Bangun Portofolio UI/UX Profesional di Karisma Academy
Karisma Academy membantu kamu membangun portofolio Figma siap industri:
- Kurikulum UI/UX berbasis studi kasus nyata
- Latihan membuat portofolio dari nol
- Review langsung dari mentor profesional
- Sertifikat resmi untuk CV dan LinkedIn
Daftar sekarang di Karisma Academy!
Bangun portofolio Figma yang benar-benar layak dinilai dan siap membuka peluang karier UI/UX