Figma telah menjadi salah satu tools utama dalam dunia desain UI/UX profesional. Tidak hanya populer di kalangan freelancer atau pelajar, Figma juga menjadi standar di banyak perusahaan teknologi, startup, agensi digital, hingga tim produk di perusahaan besar. Karena itu, kemampuan bekerja dengan Figma bukan lagi sekadar “bisa buka aplikasi”, tetapi skill yang benar-benar dibutuhkan dan dicari oleh industri.
Namun, apa saja kemampuan spesifik Figma yang membuat seorang desainer UI/UX lebih menonjol di mata recruiter dan klien? Artikel ini akan menjelaskan skill-skill Figma yang saat ini benar-benar diminati industri, baik untuk posisi junior, mid, maupun senior.
Baca Juga: Kesalahan Umum Pemula Saat Desain di Figma
Dasar Figma: Memahami Interface dan Workspace
Skill pertama yang wajib dimiliki adalah pemahaman dasar antarmuka dan workspace Figma. Kamu perlu tahu bagaimana menavigasi layer, menggunakan tools utama seperti frames, shapes, dan alignment, serta memahami sistem toolbar dan inspector secara efisien.
Industri mencari desainer yang bisa langsung produktif tanpa harus lagi dibimbing soal dasar tools—artinya kamu sudah nyaman bekerja dengan semua elemen dasar Figma sejak hari pertama.
Membuat Wireframe Cepat dan Efisien
Sebelum ke desain visual, proses UI/UX biasanya dimulai dari wireframe. Figma sangat kuat dalam pembuatan wireframe karena kamu bisa membuat struktur halaman dengan cepat dan mudah menyesuaikan layout.
Industri menghargai desainer yang mampu membuat wireframe low-fidelity dan high-fidelity dengan cepat, mampu menyusun layout informasi secara logis, dan bisa menyampaikan ide desain secara jelas melalui struktur visual awal. Kemampuan ini menunjukkan bahwa kamu memahami langkah paling awal dari proses desain.
Desain Interface yang Konsisten dan Rapi
Skill Figma selanjutnya adalah kemampuan membuat desain interface yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga konsisten dan rapi. Desainer UI/UX harus memahami grid, spacing, tipografi, hierarki visual, dan penggunaan warna yang baik.
Industri mencari desainer yang tahu bagaimana membangun tampilan antarmuka yang estetis sekaligus fungsional. Figma membantu dengan fitur-fitur seperti layout grids, auto layout (fitur penting untuk responsivitas), dan alignment tools. Desainer yang benar-benar mahir menggunakan fitur ini akan menghasilkan UI yang bersih, proporsional, dan bisa diadaptasi dengan cepat.
Menguasai Komponen, Variants, dan Design System
Figma sangat kuat dalam hal reusable components dan design system. Desainer yang mampu membuat component, variants, dan design tokens dengan baik akan sangat diandalkan. Ini karena component yang terstruktur membuat pekerjaan lebih efisien, memudahkan kolaborasi tim, serta memastikan konsistensi desain di seluruh produk.
Industri saat ini lebih memilih desainer yang tidak hanya membuat satu tampilan, tetapi juga tahu bagaimana mengatur library dan design system agar bisa ‘dipakai ulang’ oleh tim lain.
Auto Layout dan Responsive Design
Auto layout adalah salah satu fitur Figma yang menjadi standar skill UI/UX profesional. Dengan auto layout, kamu bisa membuat desain yang otomatis menyesuaikan ketika ukuran tampilan berubah—kunci penting dalam membuat desain responsif.
Industri menghargai desainer yang bisa membuat komponen responsif, memanfaatkan constraint, dan mengatur layout yang tidak pecah ketika dipindah ke layar dengan ukuran berbeda. Skill ini menunjukkan bahwa kamu memahami realitas penggunaan desain di berbagai device.
Prototyping dan Interaksi Dinamis
Figma tidak hanya untuk desain statis—fitur prototyping membuat desainer bisa membuat interaksi antar tampilan secara langsung. Industri ingin desainer yang bisa membuat prototype interaktif lengkap dengan transition, overlay, dan mikro-interaksi sederhana tanpa harus berpindah tools.
Skill membuat prototype yang realistis membantu tim produk, developer, dan stakeholder memahami alur pengguna sebelum implementasi. Ini juga membantu proses usability testing yang dinamis.
Kolaborasi Tim dan Handoff ke Developer
Salah satu kekuatan Figma adalah kemampuan kolaborasi real-time. Desainer UI/UX modern dituntut mampu bekerja bersama tim lain, mulai dari product manager hingga developer.
Skill yang dicari termasuk mengatur comment, menggunakan shared libraries, memberikan dokumentasi dan spesifikasi yang jelas, serta memanfaatkan fitur Inspect agar developer bisa mendapatkan ukuran, spacing, dan style dengan mudah saat handoff. Desainer yang memahami workflow ini akan dipandang sebagai aset tim yang bisa mempercepat proses delivery produk.
Memahami UX Research di Figma
Bukan cuma desain visual, industri juga menghargai jika desainer memahami dasar-dasar UX research. Figma sering dipakai dalam rangka documentasi research—mulai dari user journey map, empatiasi, hingga wireflow.
Desainer UI/UX yang mampu memasukkan insight UX ke dalam file Figma mereka menunjukkan kemampuan berpikir strategis dan fokus pada kebutuhan pengguna, bukan hanya estetika tampilan.
Versioning dan File Organization yang Baik
Skill kecil yang sering diabaikan tetapi sangat penting adalah kemampuan mengatur versi desain dan struktur file yang baik. Industri ingin file yang mudah diikuti oleh orang lain, punya naming convention jelas, dan history yang terdokumentasi.
Hal sederhana seperti memberi nama frame dengan fungsi yang jelas, mengelompokkan komponen secara logis, dan memanfaatkan pages untuk memisahkan ide akan membuat file kamu lebih profesional dan mudah dipakai tim besar.
Skill Figma yang dicari industri UI/UX saat ini bukan hanya kemampuan membuat desain yang bagus secara visual, tetapi juga bagaimana desain itu dibuat secara sistematis, bisa dipakai ulang, mudah dipahami tim lain, dan siap diimplementasikan. Mengetahui fitur dasar saja tidak cukup—desainer profesional harus memahami fitur lanjutan seperti auto layout, design system, prototyping interaktif, serta workflow kolaboratif yang efisien.
Jika kamu ingin menonjol di dunia UI/UX dan mempercepat karier di industri digital—baik sebagai desainer internal maupun freelancer—menguasai Figma dengan standar profesional adalah investasi skill yang sangat berharga.
Baca Juga: Figma untuk Portofolio UI/UX yang Layak Dinilai
Tingkatkan Skill Figma dan UI/UX di Karisma Academy!
Kalau kamu ingin menguasai Figma dari dasar sampai teknik lanjutan yang dipakai industri UI/UX, Karisma Academy punya program yang cocok buat kamu!
Di sini kamu akan belajar:
✔ Membuat UI/UX design yang rapi dan konsisten
✔ Menggunakan Auto Layout dan Design System secara profesional
✔ Membuat prototype interaktif yang siap diuji pengguna
✔ Teknik handoff ke developer yang disukai tim tech
Belajar bareng mentor yang berpengalaman dan komunitas yang suportif.
Daftar sekarang di Karisma Academy dan mulai langkahmu jadi UI/UX Designer profesional! ✔
