Cara Membuat Dashboard Data yang Mudah Dipahami

cara membuat dashboard data

Dashboard data sering dianggap rumit, penuh angka, dan hanya bisa dipahami oleh orang teknis. Padahal, fungsi utama dashboard justru untuk mempermudah siapa pun dalam membaca kondisi bisnis dan mengambil keputusan dengan cepat. Dashboard yang baik bukan yang paling banyak grafiknya, tapi yang paling mudah dipahami dalam sekali lihat.

Kalau kamu ingin membuat dashboard data yang benar-benar dipakai, bukan sekadar terlihat “keren”, ada beberapa prinsip penting yang perlu diperhatikan.

Baca Juga: Capek Analisis Data Lama? Bikin Dashboard & Insight AI

Tentukan Tujuan Dashboard Sejak Awal

Langkah pertama sebelum membuka tools apa pun adalah menentukan tujuan dashboard. Tanyakan pada diri sendiri, dashboard ini dibuat untuk siapa dan untuk menjawab pertanyaan apa. Apakah untuk memantau penjualan harian, mengevaluasi performa marketing, atau melihat pertumbuhan bisnis secara keseluruhan.

Tanpa tujuan yang jelas, dashboard akan berisi terlalu banyak data yang tidak relevan. Akibatnya, pengguna justru bingung harus fokus ke bagian mana. Dashboard yang efektif selalu berangkat dari satu tujuan utama, lalu semua data disusun untuk mendukung tujuan tersebut.

Pilih Data yang Paling Relevan

Kesalahan umum saat membuat dashboard adalah ingin memasukkan semua data yang tersedia. Padahal, terlalu banyak angka justru membuat dashboard sulit dipahami. Fokuslah pada metrik yang benar-benar penting bagi pengambilan keputusan.

Misalnya, untuk dashboard bisnis, metrik seperti total penjualan, pertumbuhan, conversion rate, atau performa channel sering kali sudah cukup. Data pendukung lainnya bisa ditampilkan secara ringkas atau ditempatkan di halaman lanjutan jika memang dibutuhkan.

Susun Alur Dashboard Secara Logis

Dashboard yang mudah dipahami biasanya memiliki alur baca yang jelas. Informasi paling penting diletakkan di bagian atas, lalu detail pendukung menyusul di bawahnya. Dengan susunan seperti ini, pengguna bisa langsung menangkap gambaran besar sebelum masuk ke detail.

Bayangkan dashboard seperti cerita. Ada ringkasan di awal, lalu penjelasan di bagian tengah, dan insight pendukung di akhir. Alur yang rapi membuat dashboard terasa lebih manusiawi dan tidak melelahkan untuk dibaca.

Gunakan Visualisasi yang Sederhana dan Tepat

Visualisasi data berfungsi untuk mempermudah pemahaman, bukan memamerkan kemampuan desain. Pilih jenis grafik yang paling sesuai dengan tujuan data. Grafik batang cocok untuk perbandingan, grafik garis untuk melihat tren, dan tabel ringkas untuk detail angka.

Hindari penggunaan warna berlebihan atau grafik yang terlalu kompleks. Semakin sederhana tampilannya, semakin cepat data bisa dipahami. Dashboard yang baik bisa “dibaca” dalam beberapa detik tanpa perlu penjelasan panjang.

Beri Konteks pada Setiap Data

Angka tanpa konteks sering menimbulkan kebingungan. Karena itu, penting untuk memberikan keterangan singkat agar pengguna tahu apa arti data tersebut. Misalnya, apakah angka itu naik dibanding bulan lalu, apakah performanya bagus atau perlu perhatian.

Dengan konteks yang jelas, dashboard tidak hanya menampilkan data, tetapi juga membantu pengguna memahami kondisi sebenarnya. Inilah yang membuat dashboard benar-benar berguna dalam pengambilan keputusan.

Pastikan Dashboard Mudah Diakses dan Digunakan

Dashboard yang baik harus ramah bagi penggunanya. Pastikan tampilannya nyaman dilihat, tidak terlalu padat, dan mudah dinavigasi. Pengguna tidak seharusnya bingung mencari informasi penting.

Selain itu, dashboard juga sebaiknya bisa diakses dengan mudah, baik lewat desktop maupun perangkat lain jika diperlukan. Semakin mudah digunakan, semakin besar kemungkinan dashboard tersebut dipakai secara rutin.

Lakukan Evaluasi dan Perbaikan Berkala

Dashboard bukan produk sekali jadi. Seiring waktu, kebutuhan bisnis bisa berubah, begitu juga dengan data yang dibutuhkan. Karena itu, evaluasi dashboard secara berkala sangat penting.

Perhatikan apakah dashboard benar-benar membantu pengambilan keputusan atau justru jarang dibuka. Dari sini, kamu bisa menyederhanakan tampilan, menambah metrik penting, atau menghapus data yang sudah tidak relevan.

Baca Juga: Rahasia Data Analyst: Dashboard Cepat & Insight Akurat

Belajar Membuat Dashboard Data yang Efektif di Karisma Academy

Membuat dashboard data yang mudah dipahami membutuhkan kombinasi skill analisis, pemahaman bisnis, dan visualisasi data. Semua itu bisa dipelajari secara bertahap dengan pendekatan yang tepat.

Kalau kamu ingin belajar dari nol hingga mampu membuat dashboard data yang siap digunakan untuk kebutuhan bisnis dan industri, Karisma Academy bisa jadi pilihan yang pas.

Di Karisma Academy, kamu akan belajar:

  • Cara memahami kebutuhan bisnis dari data

  • Mengolah dan menyajikan data menjadi dashboard yang jelas

  • Membaca insight dan menyusunnya menjadi rekomendasi

  • Praktik langsung berbasis project untuk portofolio

Yuk, mulai bangun skill data analytics kamu sekarang dan buat dashboard yang benar-benar mudah dipahami bersama Karisma Academy

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top