Kesalahan Umum Pemula Saat Desain di Figma

blogkarismaacademy.com – Figma menjadi tools desain UI/UX yang sangat populer di industri digital. Namun, banyak pemula merasa hasil desain mereka terlihat “kurang profesional” meski sudah mengikuti tutorial. Masalahnya sering bukan pada tools, melainkan berbagai kesalahan Figma yang dilakukan tanpa disadari sejak awal belajar.

Kesalahan ini bisa membuat desain sulit dikembangkan, tidak konsisten, dan jauh dari standar industri. Jika dibiarkan, skill desain akan terasa mandek dan portofolio sulit bersaing. Karena itu, memahami kesalahan umum pemula di Figma menjadi langkah penting untuk naik level sebagai UI/UX designer.

Mengapa Kesalahan Figma Bisa Menghambat Skill Desain?

Desain UI/UX bukan hanya soal tampilan menarik, tetapi juga struktur, konsistensi, dan kemudahan kolaborasi. Kesalahan workflow di Figma berdampak langsung pada:

  • Desain yang sulit di-maintain
  • Revisi berulang dan memakan waktu
  • Kolaborasi tim tidak efektif
  • Handoff ke developer bermasalah

Designer profesional dinilai dari cara bekerja, bukan hanya dari visual akhir.

Baca Juga: Figma untuk Portofolio UI/UX yang Layak Dinilai

Kesalahan Figma yang Paling Sering Dilakukan Pemula

1. Tidak Menggunakan Frame dengan Benar

Banyak pemula masih menggunakan rectangle sebagai layout utama. Akibatnya, desain tidak responsif dan sulit disesuaikan ke berbagai ukuran layar.

Solusi: Gunakan Frame untuk setiap screen agar desain mengikuti standar device dan mudah diatur.

2. Mengabaikan Auto Layout

Salah satu kesalahan Figma yang paling umum adalah tidak memanfaatkan Auto Layout. Padahal fitur ini sangat penting untuk desain yang fleksibel dan scalable.

Solusi: Gunakan Auto Layout untuk button, card, dan list agar spacing konsisten dan mudah diubah.

3. Tidak Konsisten dengan Spacing dan Alignment

Desain terlihat “berantakan” karena jarak antar elemen tidak konsisten. Pemula sering mengatur jarak secara manual tanpa sistem.

Solusi: Gunakan grid, spacing system, dan alignment tools agar tampilan lebih rapi dan profesional.

4. Tidak Menggunakan Components

Pemula sering menduplikasi elemen secara manual. Saat revisi, semua harus diubah satu per satu, sehingga memakan waktu.

Solusi: Buat Components dan Variants untuk button, navbar, dan elemen berulang agar workflow lebih efisien.

5. Warna dan Typography Tidak Terstruktur

Kesalahan Figma lainnya adalah menggunakan warna dan font secara acak. Hal ini membuat desain tidak konsisten dan sulit dikembangkan.

Solusi: Gunakan Color Styles dan Text Styles agar desain lebih terorganisir dan sesuai standar UI.

6. Tidak Memperhatikan Naming dan Layer Structure

Layer dengan nama default seperti “Rectangle 1” atau “Frame 23” menyulitkan kolaborasi dan handoff ke developer.

Solusi: Biasakan memberi nama layer yang jelas dan gunakan grouping atau section.

7. Desain Tanpa Memikirkan UX

Pemula sering fokus pada visual cantik, tetapi lupa alur pengguna. Akibatnya, desain terlihat bagus namun membingungkan saat digunakan.

Solusi: Pahami user flow, hierarchy visual, dan tujuan tiap screen sebelum mendesain.

Dampak Jika Kesalahan Figma Terus Dilakukan

Jika kesalahan ini dibiarkan:

  • Skill desain sulit berkembang
  • Portofolio terlihat amatir
  • Waktu kerja tidak efisien
  • Sulit bekerja dalam tim profesional
  • Peluang karier UI/UX terhambat

Sebaliknya, memperbaiki kesalahan sejak dini mempercepat transisi dari pemula ke level profesional.

Cara Menghindari Kesalahan Figma

Agar skill desain meningkat, pemula perlu:
✔ Menerapkan workflow berbasis sistem
✔ Menggunakan Auto Layout dan Components
✔ Menjaga konsistensi warna dan typography
✔ Memikirkan UX sebelum visual
✔ Belajar sesuai standar industri

Pendekatan ini membuat desain lebih rapi, scalable, dan siap masuk dunia kerja.

Kesalahan Figma yang sering dilakukan pemula bukan berasal dari tools, tetapi dari cara penggunaan dan workflow yang kurang tepat. Dengan memahami frame, auto layout, component, dan struktur desain yang benar, kualitas desain UI/UX akan meningkat signifikan dan lebih siap dinilai profesional.

Baca Juga: Skill Figma yang Membedakan Junior dan Senior Designer

Belajar Figma Profesional di Karisma Academy

Karisma Academy menyediakan kelas Figma dari dasar hingga siap industri:

  • Kurikulum UI/UX sesuai kebutuhan dunia kerja
  • Latihan studi kasus dan proyek nyata
  • Bimbingan mentor profesional
  • Sertifikat resmi untuk CV dan portofolio

 Daftar sekarang di Karisma Academy!
Hindari kesalahan pemula dan bangun skill Figma profesional yang siap bersaing di industri digital 🚀

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top