Workflow Figma yang Dipakai Startup dan Agency

Workflow Figma

Figma bukan sekadar tools desain untuk membuat tampilan aplikasi atau website. Di lingkungan startup dan agency, Figma menjadi pusat kolaborasi antara UI/UX designer, product manager, developer, hingga stakeholder. KaAdd Postrena itulah workflow penggunaan Figma di industri jauh lebih terstruktur dibanding sekadar mendesain layar satu per satu.

Baca Juga: Kesalahan Umum Pemula Saat Desain di Figma

Banyak desainer pemula merasa sudah “bisa Figma”, tetapi tetap kesulitan masuk ke dunia profesional. Salah satu penyebab utamanya adalah belum memahami workflow Figma yang benar-benar dipakai di startup dan agency. Padahal, workflow inilah yang menentukan apakah desain mudah dikembangkan, dipahami tim lain, dan siap diimplementasikan.

Dimulai dari Pemahaman Produk dan Kebutuhan User

Di startup dan agency, desain tidak pernah dimulai langsung dari visual. Proses awal selalu berangkat dari pemahaman masalah bisnis dan kebutuhan pengguna. Desainer biasanya menerima brief dari product manager atau klien yang berisi tujuan produk, target user, serta problem yang ingin diselesaikan.

Di tahap ini, Figma digunakan untuk membuat wireframe sederhana atau low-fidelity design. Fokusnya bukan estetika, tetapi alur penggunaan, struktur halaman, dan pengalaman pengguna. Workflow ini membantu tim menyepakati arah desain sebelum masuk ke tahap visual yang lebih detail.

Wireframe dan User Flow Sebelum Visual Final

Setelah memahami kebutuhan user, desainer membuat user flow untuk menggambarkan perjalanan pengguna dari satu layar ke layar lain. Di Figma, user flow biasanya disusun dengan frame sederhana dan koneksi antar halaman.

Wireframe menjadi fondasi penting karena agency dan startup ingin memastikan desain sudah logis sebelum waktu dihabiskan untuk visual detail. Jika ada perubahan, revisi di tahap ini jauh lebih efisien dibanding mengubah desain final.

Design System sebagai Pondasi Utama

Salah satu perbedaan paling mencolok antara workflow profesional dan pemula adalah penggunaan design system. Startup dan agency hampir selalu memiliki design system yang berisi warna, typography, button, icon, dan komponen UI lainnya.

Di Figma, design system dibuat menggunakan component dan variant. Dengan sistem ini, perubahan desain bisa dilakukan secara konsisten dan cepat. Jika warna utama brand berubah, seluruh tampilan bisa ikut menyesuaikan tanpa mengedit satu per satu.

Workflow ini membuat kolaborasi antar desainer lebih rapi dan memudahkan developer saat mengimplementasikan desain ke dalam kode.

High-Fidelity Design dengan Auto Layout

Setelah wireframe disetujui, desainer masuk ke tahap high-fidelity design. Di sinilah tampilan visual dibuat lebih detail dan mendekati hasil akhir produk.

Startup dan agency sangat mengandalkan auto layout di Figma. Fitur ini membantu desain menjadi lebih fleksibel, responsif, dan mendekati struktur layout di tahap development. Auto layout juga memudahkan penyesuaian konten tanpa merusak tata letak desain.

Desain yang dibuat dengan auto layout menunjukkan bahwa desainer memahami kebutuhan developer dan siap bekerja lintas tim.

Kolaborasi dan Feedback Secara Real-Time

Salah satu alasan utama Figma dipakai industri adalah kemampuannya untuk kolaborasi real-time. Di startup dan agency, feedback jarang diberikan lewat file terpisah. Komentar langsung ditulis di Figma agar lebih kontekstual dan jelas.

Workflow ini membuat proses revisi lebih cepat dan terarah. Desainer bisa langsung memahami bagian mana yang perlu diperbaiki tanpa miskomunikasi. Semua diskusi terekam rapi dalam satu file.

Handoff ke Developer yang Terstruktur

Setelah desain final disetujui, Figma digunakan sebagai alat handoff ke developer. Startup dan agency menuntut file Figma yang rapi, mudah dibaca, dan siap diimplementasikan.

Layer diberi nama jelas, spacing konsisten, dan komponen terstruktur. Developer bisa langsung melihat ukuran, warna, dan style tanpa harus menebak-nebak. Workflow handoff yang baik mempercepat proses development dan mengurangi kesalahan implementasi.

Iterasi Berkelanjutan Berdasarkan Data dan Feedback

Workflow Figma di industri tidak berhenti setelah desain dikembangkan. Startup dan agency terus melakukan iterasi berdasarkan data pengguna, hasil testing, dan feedback pasar.

Figma digunakan kembali untuk memperbarui desain, menguji ide baru, dan menyempurnakan pengalaman pengguna. Inilah yang membuat workflow Figma bersifat dinamis dan terus berkembang, bukan sekali jadi.

Kenapa Workflow Ini Penting untuk Karier UI/UX Designer?

Memahami workflow Figma ala startup dan agency membuat desainer lebih siap masuk dunia kerja. Bukan hanya soal bisa mendesain tampilan, tetapi juga memahami proses, kolaborasi, dan standar profesional.

Desainer yang terbiasa dengan workflow ini akan lebih mudah beradaptasi, dipercaya tim, dan dinilai siap menangani project nyata.

Baca Juga: Kenapa Banyak Desainer Stuck di Figma Level Dasar

Workflow Figma yang dipakai startup dan agency menekankan proses, kolaborasi, dan konsistensi. Mulai dari wireframe, design system, auto layout, hingga handoff ke developer, semuanya dirancang agar desain tidak hanya indah, tetapi juga fungsional dan siap dikembangkan.

Jika kamu masih menggunakan Figma hanya untuk membuat tampilan statis, saatnya naik level dan mulai memahami workflow profesional.

Pelajari Workflow Figma Profesional di Karisma Academy

Kalau kamu ingin benar-benar siap kerja sebagai UI/UX Designer dan memahami workflow Figma yang digunakan startup dan agency, Karisma Academy bisa jadi tempat belajar yang tepat.

Di Karisma Academy, kamu akan belajar:

✔ Workflow UI/UX dari brief hingga handoff developer
✔ Penggunaan Figma sesuai standar industri
✔ Pembuatan design system dan auto layout
✔ Studi kasus nyata untuk portofolio profesional

Belajar bersama mentor berpengalaman akan membantumu memahami proses kerja sesungguhnya di industri digital.
Daftar sekarang di Karisma Academy dan mulai langkahmu menjadi UI/UX Designer profesional! ✔

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top